Dakwah dan Pembangunan: Pentingnya Berdakwah Terhadap Pelaku Pembangunan

QS. Al-Baqarah ayat 11 dan 12 berbicara tentang teguran Allah (Tuhan Yang Maha Esa) kepada manusia dalam konteks pembangunan. Allah SWT mengingatkan kepada manusia, terutama manusia yang membangun peradaban di bumi (dunia), yang pembangunan tersebut tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah SWT.

Pembangunan yang tidak disandarkan pada nilai-nilai, terutama nilai keimanan yang sudah diajarkan kepada manusia, maka pembangunan yang demikian itu cenderung memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatif pembangunan itu ialah rusaknya tatanan keseimbangan kehidupan di bumi. Namun, kelompok manusia tersebut membuat argumentasi bahwa pembangunan yang mereka kerjakan itu tidak membawa pada kerusakan melainkan mereka mengadakan perbaikan. 
Padahal, mereka tidak menyadari bahwa tindakan manusia di luar kewajaran dapat membuat rusaknya keseimbangan yang telah dirancang dalam penciptaannya. Akan tetapi, manusia yang tidak didasari keimanan yang kuat dalam melakukan pembangunan mereka tidak akan menyadari ancaman kerusakan dari perbuatannya itu karena mereka mengabaikan Ketuhanan.

 

Analisisnya bahwa, dialog Sang Pencipta kepada manusia dalam ayat tersebut mencerminkan masalah yang kompleks dalam konteks dakwah (pengajaran agama) dan pembangunan berkelanjutan. Diskusi ini menyoroti pentingnya memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam proses pembangunan agar dapat mencapai keseimbangan dan keberlanjutan.

  1. Dakwah dan Pemahaman Ajaran Agama: Dakwah memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada masyarakat. Dalam Al-Quran, Tuhan memerintahkan manusia untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi (QS. Al-A'raf [7]: 31) dan untuk berlaku adil dalam pengelolaan sumber daya alam (QS. Al-Hadid [57]: 25). Dakwah harus membantu manusia memahami dan menginternalisasi ajaran agama yang mencakup etika lingkungan dan tanggung jawab sosial.

  2. Pembangunan Berkelanjutan dan Dampak Lingkungan: Pembangunan berkelanjutan adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab dalam pembangunan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim. Dalam konteks ini, pembangunan yang tidak berkelanjutan bertentangan dengan prinsip-prinsip dakwah tentang menjaga keseimbangan alam.

  3. Tantangan Dakwah dalam Pembangunan: Tantangan utama dakwah dalam pembangunan adalah memastikan nilai-nilai agama diimplementasikan dengan tepat dan berdaya guna dalam konteks modern. Hal ini melibatkan pengajaran agama yang komprehensif dan pemahaman mendalam tentang relevansi nilai-nilai agama dalam tantangan pembangunan yang dihadapi oleh masyarakat.

  4. Peran Kesadaran Keimanan: Kesadaran akan nilai-nilai agama dan keimanan yang kuat berperan penting dalam menghindari perilaku merusak lingkungan. Individu yang memiliki kesadaran keimanan yang kuat cenderung menghormati penciptaan Tuhan dan berusaha untuk bertindak dengan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan.

  5. Kolaborasi dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Dakwah dalam pembangunan juga perlu mengakomodasi ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bijaksana dapat membantu mencapai pembangunan berkelanjutan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Dalam menghadapi ancaman dari perbuatan yang merusak, pendekatan dakwah yang holistik dan berbasis pada pemahaman agama yang mendalam dapat memainkan peran kunci dalam membimbing masyarakat menuju pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pendidikan dan kesadaran keimanan yang kuat akan memberdayakan manusia untuk menyadari dan bertanggung jawab atas tindakan mereka dalam mencapai keseimbangan dan keberlanjutan dalam penciptaan Tuhan.

Referensi:

  1. Al-Quran
  2. Wulandari, A. F., & Sutrisno, H. (2019). The Role of Islamic Education in Environmental Awareness towards Sustainable Development. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (e-Journal), 6(1), 1-8.
  3. Emadzadeh, M., Emadzadeh, M., & Hamzeh, A. (2020). Islamic Environmental Ethics and Sustainable Development. In Islamic Sustainable Development and Its Philosophical Perspectives (pp. 37-55). Springer, Cham.
  4. Esposito, J. L. (Ed.). (2003). The Oxford dictionary of Islam. Oxford University Press.


Posting Komentar

0 Komentar